Banyak sekali penderita diabetes melitus diluar sana yang mencari obat atau cara untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun mereka tidak mengetahui diabetes melitus jenis apa yang sedang menyerang tubuh mereka. Sehingga, tak jarang seorang pengidap diabetes mengkonsumsi obat yang salah Atau menggunakan cara yang salah untuk mengatasi penyakitnya, yang bahkan dapat menyebabkan penyakit bertambah parah.

Tentu saja hal ini sangat berbahaya jika diteruskan. Jika Anda ingin mencari obat dan cara yang tepat untuk mengatasi penyakit diabetes Anda.

Hal paling utama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui terlebih dahulu penyakit diabetes melitus jenis apa yang sedang Anda derita saat ini.

Barulah Anda bisa menentukan obat atau cara yang tepat untuk mengatasi

diabetes melitus secara tepat dan maksimal untuk penyakit Anda. Sebenarnya penyakit diabetes melitus ada banyak jenisnya. Mulai dari penyakit diabetes tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes pada kehamilan atau yang biasa disebut dengan diabetes gestasional. Apa yang menyebabkannya di bagi menjadi beberapa jenis?

Ternyata perbedaan jenis ini bukan tanpa alasan. Diabetes yang berbeda jenis berbeda pula faktor penyebabnya. Penasaran? Simak pembahasan tentang macam – macam jenis penyakit diabetes melitus dan factor penyebabnya secara tuntas dan detil hanya di website ini.

Apakah diabetes tipe 1 itu?

Diabetes tipe 1 merupakan salah satu dari beberapa macam jenis penyakit diabetes melitus . Penderita diabetes melitus tipe 1 ini sangat bergantung pada suntik insulin. Suntik insulin harus dilakukan secara rutin bahkan setiap hari. Tujuan utama dilakukanya suntik insulin agar penderita penyakit diabetes tipe ini dapat memenuhi kebutuhan insulin di dalam tubuhnya.

Penderita diabetes tipe 1 ini kebanyakan di derita oleh anak-anak maupun orang dewasa yang berusia di bawah 30 tahunan. Gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba dan terkesan mendadak. Bahkan penderita dapat mengalami koma jika tidak segera mendapat pertolongan dengan suntik insulin.

Di Indonesia diperkirakan 2-3 % dari penderita diabetes melitus mengidap jenis penyakit diabetes tipe 1. Namun jumlah itu belum bisa dipastikan, karena kemungkinan besar banyak penderita yang tidak terdeteksi. Dan kemungkinan buruk yang bisa terjadi penderita mengalami komplikasi yang berujung pada kematian karena tidak segera mendapat pertolongan.

Apakah penyebab diabetes melitus tipe 1 berasal dari factor keturunan?

Penyakit diabetes melitus tipe 1 bisa saja timbul akibat faktor genetik (keturunan). Namun hal utama dan yang paling khusus terjadi di dalam tubuh. Tepatnya di pancreas, yang merupakan tempat utama memproduksi hormon insulin.

Pada penderita penyakit diabetes melitus tipe 1 pankreas tidak dapat lagi memproduksi hormon insulin. Jadi gula yang berada di dalam darah yang seharusnya di kirim oleh sel-sel tubuh yang kemudian akan diubah menjadi energy menumpuk di dalam darah. Mengakibatkan kadar gula darah menjadi sangat tinggi.

Disinilah alasan utama penderita diabetes melitus tipe 1 harus melakukan suntik insulin secara rutin. Penyakit diabetes melitus tipe 1 juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau malnutrisi.

Jadi penyebab utama timbulnya diabetes melitus tipe 1 ada pada pankreas. Untuk menjaga pankreas tetap sehat dan dapat bekerja secara optimal, dapat dilakukan upaya untuk mengatasinya. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga pankreas tetap sehat bisa dengan beberapa cara:

• Merubah gaya hidup yang kurang teratur menjadi terjadwal

Misalnya: Menulis jadwal kegiatan harian yang sering dilakukan mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Dilakukan secara urut (step by step) dan tak lupa meluangkan waktu yang cukup untuk istirahat. Ini dapat membantu seseorang hidup teratur.

Mengatur pola makan agar lebih terjaga

Ini sangat penting untuk dilakukan. Sebab penderita diabetes memang sangat banyak pantangannya dalam menyantap makanan. Khususnya untuk makanan yang manis-manis. Sebisa mungkin harus dikurangi bahkan harus dihindari.

• Melakukan diet agar badan tetap dalam kondisi seimbang atau ideal (agar tidak terjadi obesitas)

Salah satu cara yang tepat bagi penderita diabetes agar tidak beresiko mengidap obesitas. Diet dapat dilakukan dengan memakan makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Yang lebih penting, hindarilah makanan cepat saji karena mengandung banyak sekali bahan-bahan tambahan yang dapat memicu timbulnya obesitas bahkan penyakit kronis lainnya.

• Melakukan olahraga secara rutin

Olahraga memang sangat dianjurkan untuk penderita diabetes melitus. Selain untuk menjaga tubuh agar tetap dalam keadaan yang prima, olahraga juga dapat membakar lemak di dalam tubuh yang tentunya sangat bermanfaat untuk penderita diabetes. Karena penyakit diabetes melitus tipe 1 ini cenderung membuat penderitanya cepat merasa lelah. Olahraga yang dimaksudkan disini bukan olahraga yang berat, namun jenis olahraga ringan seperti: jalan kaki di pagi hari, melakukan senam ringan dll.

Semua kegiatan di atas sangat bermanfaat dan penting untuk dilakukan. Sebab selain bisa menyehatkan pancreas kegiatan di atas juga berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh tetap dalam keadaan yang stabil.

Seperti yang telah sedikit di bahas di atas. Penyakit diabetes melitus ada banyak jenisnya. Jenis penyakit diabetes yang akan di bahas selanjutnya adalah diabetes melitus tipe 2.

Apakah penyebab diabetes melitus tipe 2 sama dengan diabetes melitus tipe 1?

Sebelum membahas apa penyebab utama timbulnya penyakit diabetes melitus tipe 2 , ada baiknya Anda mengetahui lebih jauh apa itu diabetes melitus tipe 2 yang sebenarnya.
Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis penyakit diabetes yang paling sering ditemui. Sekitar 90-95 % penderita diabetes menderita jenis penyakit tipe 2 ini.

Umumnya diabetes tipe 2 banyak di derita oleh orang dewasa yang usianya di atas 40 tahun. Tetapi bukan berarti penyakit diabetes tipe 2 ini hanya di derita mereka yang sudah berumur. Seseorang yang baru berusia 20 tahunan juga dapat terserang diabetes melitus tipe 2.

Ciri-ciri penyakit diabetes melitus tipe 2 ini sangat berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1. Apalagi untuk faktor penyebabnya. Diabetes tipe 2 justru tidak memerlukan suntik insulin yang harus dilakukan secara rutin. Namun membutuhkan obat untuk memperbaiki fungsi insulin.

Sejatinya pada diabetes melitus tipe 2 pankreas yang bertugas memproduksi hormon insulin tetap berkerja, tetapi kinerjanya tidak maksimal. Ini yang mengakibatkan hormon insulin tidak dapat melakukan kinerja seperti biasanya.

Fungsi dari insulin sendiri adalah menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh dengan cara membawanya masuk ke dalam sel-sel tubuh, memperbaiki pengolahan sumber gula (glukosa) yang ada di dalam organ hati dll.

Jadi jika insulin tidak dapat melakukan kinerjanya secara optimal, otomatis kadar gula di dalam darah akan terus meningkat . Kadar gula yang terus meningkat bisa membahayakan penderitanya. Ini akan memicu munculnya komplikasi-komplikasi penyakit berbahaya lain yang mengancam nyawa.

Diabetes melitus tipe 2 muncul disebabkan oleh otot dan jaringan tubuh penderita tidak peka atau sudah resisten terhadap insulin. Atau yang biasa disebut dengan resistensi insulin. Hal inilah yang menyebabkan sumber gula (glukosa) tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh dan tertimbun di dalam peredaran darah. Ini yang biasa ditemukan pada penderita diabetes yang mengalami obesitas.

Pada umumnya penderita diabetes melitus tipe 2 yang tubuhnya mengalami luka akan sukar untuk sembuh, bahkan bisa berakhir dengan amputasi di beberapa organ vital. Amputasi dilakukan bukan tanpa tujuan, luka yang sudah membusuk dan terinfeksi sangat mudah untuk menyebar ke organ tubuh lainnya. Untuk menyelamatkan organ tubuh lain agar terhindar dari infeksi dilakukanlah jalan amputasi ini.

Sebab pada diabetes melitus tipe 2 ini sumber gula yang beredar melalui sel-sel tubuh tidak dapat membantu mempercepat proses pemulihan luka yang di alami. Karena memang sumber gula tersebut tidak di produksi secara optimal. Maka dari itu menjaga kadar gula darah agar tetap dalam kondisi yang stabil sangat diperlukan.

Diabetes melitus tidak hanya terjadi pada anak-anak,remaja,maupun orang yang sudah berumur. Penyakit diabetes juga bisa melanda ibu hamil. Yang sering disebut dengan diabetes gestasional.

Jenis diabetes gestasional yang menyerang ibu hamil

Di amerika 4% wanita hamil menderita diabetes gestasional. Yaitu sekitar 135.000 orang setiap tahunnya. Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui. Tetapi pada umumnya justru wanita pengidap diabetes semasa hamil sebenarnya tidak menderita diabetes sebelum masa kehamilannya.

Jenis diabetes ini baru bisa diketahui jika masa kehamilan sudah masuk empat bulanan atau lebih. Dan tak jarang ketika seorang wanita mengalami diabetes gestasional dalam masa kehamilan, di kemudian hari wanita tersebut dapat mengidap penyakit diabetes melitus tipe 2 jika tidak waspada dalam menjaga diri.

Meskipun diabetes gestasional hanya terjadi pada 2-5% kehamilan. Para ibu harus tetap selalu waspada dan mengontrol kadar gula darahnya agar tidak sampai terjadi komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan.

Diabetes gestasional memang tidak menyebabkan bayi yang dilahirkan mengalami cedera. Tetapi dapat di perhatikan bahwa bayi tersebut mempunyai berat badan yang lebih tinggi dari rata-rata bayi yang baru lahir. Hal ini yang kemudian akan menyebabkan bayi tersebut memiliki resiko tumbuh dewasa dengan menderita obesitas. Karena kadar insulin di dalam tubuhnya yang sangat tinggi.

Namun peru diperhatikan, Kondisi diabetes gestasional yang tidak terkontrol memang dapat mencederai bayi. Salah satunya adalah cedera pada bahu ketika proses kelahiran berlangsung. Selain itu bayi yang lahir dengan kadar insulin yang tinggi, menekan kadar gula darah menjadi sangat rendah ketika dilahirkan. Itulah yang mengakibatkan bayi beresiko mengidap penyakit pada saluran pernafasan.

Nah, Jadi perlu Anda ketahui jika penyakit diabetes melitus ada banyak jenisnya. Perbedaan jenis ini juga di tentukan berdasarkan faktor penyebab masing-masing penyakit diabetes yang berbeda. Dengan mengetahui perbedaan jenis dan faktor penyebab diabetes melitus, Anda yang sedang menderita penyakit diabetes menjadi lebih mudah untuk mencari obat atau cara penanganan penyakit diabetes yang sedang Anda alami dengan tepat dan sesuai.