Tips Menjaga Kesehatan Untuk Penderita Diabetes yang Sering Bepergian

Posted by in Informasi Unik

Penderita diabetes melitus yang sering bepergian memang sering mengeluhkan mengenai sulitnya mengontrol penyakit yang dideritanya. Masalah tersebut bisa terjadi karena adanya perubahan pola makan, seringnya tubuh mengalami kelelahan, dan masih banyak lagi. Karena itu, memang bepergian memiliki cukup banyak efek negatif bagi penderita diabetes melitus. Namun demikian, anda yang memang harus sering bepergian karena tuntutan pekerjaan tidak perlu cemas. Karena sebenarnya, anda yang menderita penyakit diabetes melitus masih bisa menjaga kesehatan selama anda bepergian. Asalkan anda bisa tetap mendisiplinkan diri selama perjalanan, maka penyakit diabetes melitus yang anda derita masih bisa dikontrol. Seperti apakah cara menjaga kesehatan untuk penderita diabetes melitus yang sering bepergian? Anda bisa mempelajari dan menggunakan beberapa tips yang akan kami bagikan di sini. Bagaimana Sebaiknya Penderita Diabetes Melitus Menjaga Kesehatan Selama Bepergian? Sebenarnya, penderita diabetes melitus masih bisa mengontrol penyakit diabetes melitus yang dideritanya selama melakukan perjalanan. Gunakan beberapa tips berikut ini jika memang selama ini anda kesulitan mengontrol penyakit diabetes melitus ketika bepergian: Pastikan untuk membawa obat-obatan dan juga suntikan insulin bagi anda penderita diabetes yang membutuhkan insulin buatan. Bawalah obat-obatan dan suntikan insulin dalam jumlah yang lebih banyak dari lama anda bepergian. Hal tersebut sangat bermanfaat jika sampai anda tidak bisa pulang sesuai dengan jadwal yang sudah anda rencanakan. Ketika bepergian, selalu bawa alat untuk mengecek kadar gula darah anda. Karena penderita diabetes melitus sebaiknya lebih sering mengecek kadar gula darah ketika bepergian. Hal tersebut dapat memperkecil kemungkinan anda mengalami gejala-gejala diabetes melitus. Jika anda menginap di hotel yang memiliki fasilitas fitness center, luangkan waktu setidaknya 30 menit untuk melakukan olahraga ringan. Namun bila hotel tempat anda menginap tidak memiliki fasilitas tersebut, anda bisa melakukan olahraga ringan dengan berjalan-jalan di sekitar hotel. Meskipun anda sedang bepergian, pastikan untuk tidak melupakan menjaga kesehatan kaki. Karena penderita diabetes melitus sangat rentan mengalami luka di bagian kaki jika tidak sering dibersihkan. Jika tempat tujuan anda berbeda zona waktu, maka jangan lupa untuk menyesuaikan perbedaan jam dengan waktu meminum obat dan mendapatkan suntikan insulin. Bila sewaktu-waktu anda mulai merasakan beberapa gejala penyakit diabetes melitus mulai mengganas, maka segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Perlu diingat juga bahwa penderita diabetes melitus bisa mengalami hipoglikemia jika terlalu lelah. Karena itu, sebaiknya bawalah cemilan yang mengandung karbohidrat. Makan cemilan tersebut ketika anda mulai merasakan adanya penurunan gula darah. Bila anda mampu melakukan semua tips tersebut, maka kemungkinan besar anda tidak akan mengalami masalah meskipun anda merupakan penderita diabetes melitus yang sering...

Read More

Polycystic Ovarian Syndrome ,Dampak Diabetes Melitus Pada Wanita

Posted by in Informasi Unik

Sudah tahukah anda mengenai Polycystic Ovarian Syndrome sebagai salah satu dampak diabetes melitus pada wanita? Polycystic Ovarian Syndrome atau sering disingkat POS merupakan satu kondisi yang menunjukkan munculnya masalah seksual pada seorang diabetesi wanita. Ya, seorang diabetesi wanita juga dapat mengalami masalah seksual sama seperti halnya diabetesi pria. Bahkan dari beberapa penelitian ditemukan bahwa wanita yang menderita penyakit DM bisa saja mengalami kesulitan memiliki keturunan. Apakah anda adalah salah seorang diabetesi wanita? Bila anda adalah seorang diabetesi wanita dan anda sudah cukup lama menderita penyakit DM, sebaiknya anda mempelajari lebih lanjut mengenai gejala dan juga penanganan kondisi POS yang bisa saja muncul sebagai dampak diabetes melitus tersebut di sini. Seperti Apa Gejala Kondisi POS yang Bisa Diderita Wanita Sebagai Dampak Diabetes Melitus? Seorang wanita yang menderita penyakit DM dan mulai mengalami masalah seksual biasanya akan mengalami kondisi yang disebut dengan Polycystic Ovarian Syndrome. Seseorang yang sudah positif mengalami kondisi POS tersebut akan mulai merasakan beberapa gejala seperti: Tidak mengalami ovulasi atau keluarnya sel telur dari ovarium. Tidak mengalami menstruasi atau haid. Beberapa diabetesi wanita juga mengalami tumbuhnya rambut pada beberapa bagian seperti layaknya seorang pria. Kesulitan untuk memiliki keturunan. Bila anda mulai merasakan beberapa gejala tersebut, sebaiknya anda mulai berhati-hati. Karena jika dibiarkan begitu saja, maka masalah seksual yang anda alami bisa jauh lebih mengerikan. Beberapa penelitian yang dilakukan telah menemukan kaitan antara kondisi Polycystic Ovarian Syndrome tersebut dengan beberapa macam hal. Berikut adalah beberapa hal yang dinyatakan memiliki kaitan erat dengan kondisi POS tersebut: Resistensi insulin di dalam tubuh. Intoleransi glukosa yang ada di dalam tubuh. Kelebihan berat badan atau obesitas. Namun demikian, faktor yang dipercaya paling sering memicu seorang diabetesi wanita mengalami kondisi POS tersebut adalah obesitas. Karena ketika seseorang mengalami masalah kelebihan berat badan, maka otomatis resistensi insulin dan juga intoleransi glukosa di dalam tubuh meningkat. Setelah anda mengetahui apa saja gejala dan juga faktor terbesar yang dapat memicu seorang diabetesi wanita mengalami POS sebagai dampak diabetes melitus, selanjutnya andapun perlu mengetahui bagaimana menangani masalah tersebut jika anda sampai mengalaminya. Bagaimana Penanganan Seorang Diabetesi Wanita yang Mengalami Kondisi POS? Untuk anda yang sudah mengalami kondisi POS akibat dampak diabetes melitus tersebut, maka sebaiknya mulai sekarang anda mulai melakukan beberapa tindakan penanganan berikut ini: Tingkatkan kembali kontrol pada penyakit diabetes melitus yang anda derita. Jika memang anda memiliki kelebihan berat badan, segera turunkan berat badan dengan melakukan olahraga yang tepat untuk penderita penyakit DM dan juga kontrol pola makan anda. Sebaiknya anda juga perlu mencegah munculnya masalah infeksi jamur yang sering muncul pada organ...

Read More

Ternyata Gangguan Mata Retinopati Diabetika Sangat Mengerikan, Ini Buktinya

Posted by in Informasi Unik

Apakah selama ini anda mengira bahwa retinopati diabetika bukanlah suatu masalah serius bagi penderita penyakit diabetes melitus? Jangan coba-coba remehkan gangguan mata ini jika anda belum mengetahui secara lengkap mengenai apa saja penderitaan yang bisa ditimbulkan oleh gangguan penglihatan tersebut. Karena beberapa penelitian menemukan fakta terbaru mengenai betapa berbahayanya retinopati diabetika. Gangguan mata yang muncul karena efek dari penyakit diabetes melitus tersebut bisa menyebabkan kebutaan bila tidak diatasi dengan serius. Sudahkah anda mengenal secara detail mengenai apa itu retinopati diabetika? Bila anda adalah salah seorang penderita penyakit DM, maka kami sarankan anda untuk kebaikan anda, luangkan waktu sejenak untuk mempelajari mengenai gangguan mata tersebut di sini. Retinopati Diabetika, Gangguan Penglihatan Akibat Penyakit DM yang Tidak Bisa Diremehkan Retinopati diabetika memang bukanlah satu-satunya gangguan mata yang bisa muncul akibat penyakit diabetes melitus. namun demikian, ternyata gangguan mata ini juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Karena selain dapat menyebabkan kebutaan, Retinopati juga dapat dialami oleh penderita penyakit DM tipe 1 maupun tipe 2. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa hampir semua penderita penyakit diabetes melitus tipe 1 yang sudah menderita penyakit DM kurang lebih 20 tahun sangat berpotensi mengalami gangguan mata tersebut. Selain itu, penderita penyakit DM tipe 2 juga sama berpotensi menderita gangguan mata tersebut. fakta menunjukkan bahwa 6 hingga 10% penderita DM tipe 2 sudah mengalami gangguan mata tersebut. Retinopati merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan karena rusaknya retina mata. Kerusakan retina mata tersebut terjadi karena kadar gula darah sering sekali meningkat. Pada awal kemunculannya, memang Retinopati tidak menunjukkan gejala apapun, namun jika gangguan penglihatan tersebut mulai memburuk, maka seseorang yang mengalami gangguan tersebut akan mulai merasakan beberapa gejala seperti: Pandangan mulai kabur dan berubah warna menjadi keabu-abuan. Bola mata sering merasa nyeri. Munculnya bayangan seperti sarang laba-laba pada penglihatan. Objek yang dilihat biasanya dikelilingi oleh lingkaran terang. Adanya titik kosong atau gelap di satu titik lapangan penglihatan. Sering sekali muncul selaput berwarna kemerahan pada penglihatan. Bila anda mulai merasakan beberapa gejala tersebut, maka kemungkinan besar anda sudah cukup terlambat untuk mengatasi gangguan mata tersebut. namun demikian, pastikan untuk tetap memeriksakan kesehatan mata anda di dokter. 2 Jenis Retinopati Diabetika yang Dapat Menyerang Penderita DM Retinopati diabetika sendiri dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu Retinopati Non Proliferatif dan juga Retinopati Proliferatif. Retinopati Non Proliferatif adalah jenis retinopati yang belum begitu parah. Biasanya retinopati jenis ini menunjukkan gejala seperti pembengkakan pada retina mata dan juga penurunan fungsi dari retina mata. Sedangkan Retina Proliferatif merupakan jenis retinopati yang cukup berbahaya dan terkadang dibutuhkan pembedahan untuk mengatasinya. Hal tersebut dikarenakan Retina Proliferatif biasanya menyebabkan pendarahan pada retina mata dan juga menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru di mata yang sangat rapuh dan mudah retak. Bila anda tidak ingin terlambat mengatasi gangguan mata retinopati diabetika tersebut,...

Read More

Siapa Saja yang Rawan Mengalami Masalah Luka Pada Diabetes?

Posted by in Informasi Unik

Siapa saja penderita penyakit diabet yang rawan mengalami masalah luka pada diabetes? Mengetahui siapa saja yang paling rawan mengalami masalah luka terutama di bagian kaki memang sangat penting bagi penderita diabet. Karena sebenarnya, masalah luka di bagian kaki yang tampaknya sepele tersebut bisa saja membuat anda kehilangan nyawa. Oleh sebab itu, jika anda tidak ingin mengalami masalah luka akibat penyakit diabetes melitus tersebut, sebaiknya anda mulai mempelajari siapa saja atau faktor apa saja yang dapat memicu seseorang mengalami masalah luka pada diabetes tersebut. Faktor Penyebab Munculnya Luka Pada Diabetes Hampir semua penderita penyakit diabetes melitus memiliki resiko untuk mengalami masalah luka di bagian kaki. Namun demikian, ada beberapa penderita diabet yang memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penderita diabet lain. inilah beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seorang penderita diabet mengalami luka pada diabetes:   Sudah memiliki luka serius di bagian kaki sebelum menderita penyakit diabetes melitus. Menderita kerusakan pada saraf kaki. Sangat jarang membersihkan kaki. Memiliki masalah kapalan di bagian telapak maupun di tungkai kaki. Sudah terlanjur menderita penyakit gagal ginjal kronis. Kadar gula darah sering sekali berada di level yang cukup tinggi. Kaki sering mati rasa. Apakah ada dari anda yang merasa memiliki beberapa faktor tersebut? jika memang anda merasa memiliki beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko anda untuk menderita luka pada diabetes, maka sebaiknya mulailah melakukan tindakan pencegahan. Tindakan Pencegahan Masalah Luka Pada Bagian Kaki Bagi Penderita Diabetes Melitus Bagi anda yang merasa memiliki beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko munculnya masalah luka pada bagian kaki, maka mulailah untuk melakukan tindakan pencegahan berikut ini: Pastikan untuk membersihkan kaki setiap hari. Setelah selesai membersihkan kaki, jangan lupa untuk mengeringkannya. Karena membiarkan kaki dalam keadaan basah akan semakin membuka celah bagi virus maupun bakteri. Mulailah untuk disiplin mengontrol kadar gula darah anda. Untuk mengontrol kadar gula darah, anda bisa mulai menjaga pola makan dan juga mulai rutin melakukan olahraga yang tepat bagi penderita diabet. Berhati-hatilah ketika memotong kuku kaki. Karena mayoritas penderita diabet mengalami luka pada diabetes karena terluka secara tidak sengaja ketika memotong kuku kaki. Hindari kebiasaan mengelupas kapalan yang ada di telapak maupun di tungkai kaki. Karena kebiasaan tersebut dapat memicu masalah luka akibat diabetes melitus. Sebaiknya selalu gunakan alas kaki dimanapun anda berada. Karena dengan menggunakan alas kaki, maka anda bisa mencegah kaki terluka secara tidak sengaja. Jika anda bisa disiplin melakukan semua tindakan pencegahan tersebut, maka kemungkinan besar anda yang menderita penyakit diabetes melitus tidak perlu khawatir mengenai masalah luka pada bagian kaki...

Read More

Sedekat Apakah Hubungan Antara Penyakit Diabetes dan Ginjal?

Posted by in Informasi Unik

Taukah anda bahwa penyakit diabetes dan ginjal memiliki hubungan yang sangat dekat? Jika dua macam penyakit tersebut berkumpul, maka sudah dapat dipastikan anda akan mengalami penderitaan yang sangat berat. Masalahnya adalah sudahkah anda memahami mengapa penyakit gagal ginjal juga sangat beresiko muncul pada orang-orang yang menderita penyakit diabetes melitus. Jika saat ini anda sudah menderita penyakit diabetes melitus, maka kami sarankan anda untuk mempelajari lebih lanjut mengenai alasan mengapa penyakit diabetes melitus bisa menyebabkan munculnya penyakit gagal ginjal tersebut. Bagi anda yang ingin mempelajari hubungan antara penyakit diabetes dan ginjal, maka anda bisa mempelajarinya lebih lanjut di sini. Alasan Mengapa Ada Hubungan Antara Penyakit Diabetes dan Ginjal Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan berbagai macam jenis penyakit lain muncul. Karena itu tidak heran jika penyakit ini bisa menyebabkan munculnya penyakit gagal ginjal. Mengapa penyakit diabetes dan ginjal memiliki hubungan yang sangat erat? Karena organ ginjal dapat mengalami kerusakan akibat penyakit diabetes melitus yang tidak terkontrol. Taukah anda bahwa seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus memiliki darah yang lebih kental dari orang yang tidak menderita penyakit tersebut? Kekentalan darah akan semakin meningkat seiring dengan kadar glukosa di dalam darah. Semakin tinggi kadar glukosa dalam darah, maka darah akan semakin kental. Darah yang terlalu kental akan memaksa organ ginjal bekerja lebih keras pada saat menyaring racun dari dalam darah. Jika hal ini dibiarkan, lama kelamaan organ ginjal akan mengalami kerusakan dan perlu anda ingat bahwa kerusakan organ ginjal bersifat permanen. Dari sekian banyak orang yang menderita penyakit gagal ginjal, mayoritas dari mereka sebelumnya sudah menderita penyakit diabetes melitus terlebih dahulu. Sangat sedikit orang yang menderita penyakit gagal ginjal tanpa menderita penyakit diabetes melitus. Melihat dari begitu dekatnya hubungan antara penyakit diabetes dan ginjal, maka kami sarankan anda untuk mulai memperhatikan dan mengontrol penyakit diabetes melitus yang anda derita. Adakah Solusi Untuk Mengatasi Penyakit Gagal Ginjal? Apakah ada solusi yang bisa anda gunakan jika saat ini anda sudah terlanjur menderita penyakit gagal ginjal karena tidak mengontrol kadar glukosa dengan obat gula darah tinggi alami? Sebenarnya kami mengatakan hampir tidak ada solusi pasti untuk mengatasi penyakit gagal ginjal tersebut. untuk mengatasi masalah tersebut, anda hanya memiliki 2 macam pilihan berikut ini: Melakukan operasi pencangkokan organ ginjal Sebenarnya pencangkokan organ ginjal ini bukanlah solusi yang paling tepat. Karena selain beresiko tinggi, cara ini juga membutuhkan biaya yang sangat besar. Rutin melakukan cuci darah Meskipun ini bukanlah solusi yang tepat, namun rutin melakukan cuci darah adalah cara yang paling aman bagi penderita penyakit diabetes melitus yang juga menderita penyakit gagal ginjal. Namun sayangnya, anda harus melakukan cuci darah untuk seumur hidup anda. Melihat dari hampir tidak adanya solusi untuk mengatasi penyakit gagal ginjal bagi penderita penyakit diabetes melitus, maka kami ingatkan sekali lagi...

Read More