Sampai detik ini sangat banyak seseorang yang menderita penyakit diabetes. Namun banyak juga dari mereka yang belum mengetahui faktor resiko diabetes mellitus yang sedang menyerang tubuh mereka. Jika seseorang tersebut memiliki pola dan gaya hidup yang tidak teratur. Penyakit akan mudah bersarang di tubuhnya.

Mengapa pola dan gaya hidup seseorang dapat berpengaruh terhadap kesehatan? Alasan utamanya sangat simpel, jika seseorang memiliki pola dan gaya hidup yang tidak teratur, Misalnya: terlalu sibuk bekerja sampai lupa untuk mengistirahatkan tubuhnya barang sejenak saja.

Ini dapat membuat tubuh seseorang menjadi kekurangan energi, jika hal ini terjadi tingkat konsentrasi pun turun, dan hal yang paling berbahaya adalah ketika tubuh seseorang kehilangan banyak energi sistem pertahanan tubuhnya pun melemah dan penyakit akan lebih mudah untuk menyerangnya.

Bukan hanya pola dan gaya hidup saja yang dapat mempengaruhi tubuh

seseorang mudah terserang penyakit, Lantas apa saja faktor lain yang dapat mempengaruhinya? Temukan jawabannya hanya di artikel ini.

Seorang Laki-laki pekerja berusia 35 tahun. Apakah rentan terkena penyakit diabetes?

Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh para pekerja yang sering menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja dan bisa di bilang lupa waktu untuk beristirahat. Secara umum penyakit diabetes melitus bisa di derita oleh orang dewasa, lansia, maupun anak-anak. Tergantung pada tipe diabetes yang menyerang tubuh mereka.

Untuk diabetes melitus tipe 1 sebagian besar menyerang anak-anak dan pada mereka yang berusia di bawah 30 tahunan. Faktor penyebabnya adalah kerusakan pada pankreas, sehingga insulin tidak dapat diproduksi.

Sedangkan diabetes melitus tipe 2 menyerang orang orang dewasa hingga lansia. Faktor penyebabnya, pankreas yang memproduksi hormon insulin tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, sehingga insulin yang di hasilkan berkualitas buruk. Jadi faktor resiko diabetes mellitus bisa menyerang semua kalangan umur.

Anda sangat rawan mengidap penyakit diabetes melitus jika pola hidup anda tidak sehat. Apa saja pola hidup tidak sehat yang mengakibatkan timbulnya faktor resiko diabetes mellitus?

Faktor – Faktor utama penyebabnya berupa:

• Pola makan

Kebanyakan penderita diabetes berawal dari pola makan yang tidak teratur, misalnya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, berkarbohidrat tinggi, berlemak, yang biasa terdapat pada makanan siap saji (fast food), junk food, makanan yang mengandung bahan kimia. Bisa juga dari menu makanan sehari-hari yang di konsumsi kurang bervariasi dan bergizi.

• Kurang Olahraga

Seorang yang terlalu sibuk atau cenderung menghabiskan waktunya untuk bekerja seharian (workaholic), tentunya mempunyai waktu yang sangat sedikit untuk melakukan olahraga. Jangankan untuk berolahraga, meluangkan waktu untuk beristirahat saja rasanya sangat sulit.

Padahal olahraga merupakan kegiatan penting yang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Jika tubuh tetap dalam keadaan bugar, Maka penyakit tidak gampang menyerang. Karena sistem kekebalan tubuh yang baik dapat mencegah serangan penyakit dari luar tubuh.

• Kelebihan berat badan (obesitas)

Kelebihan berat badan sangat berbahaya. Apalagi bagi penderita diabetes. Sebab reseptor insulin tidak dapat melakukan kerjanya karena terhalang oleh lemak yang tertimbun dalam tubuh. Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi pula perubahan gaya hidup. Dari bekerja dengan waktu secukupnya hingga workaholic .

Apakah anda termasuk workaholic? Jika Ya, maka waspadalah. Suatu hari tanpa Anda sadari bisa terkena diabetes. Segera benahi gaya hidup Anda mulai dari pola makan dan pola hidup yang sehat, atur kembali pola tidur dan pola kerja Anda.

Siapa Saja yang Mudah Terserang Penyakit Diabetes Melitus?

Ada beberapa faktor resiko diabetes mellitus yang mudah menyerang seseorang, di antaranya:

• Keturunan
Maksudnya disini, jika seseorang di dalam satu keluarga orang tua/ famili ada yang menderita diabetes, maka keluarga yang lain/ keturunannya rentan menderita diabetes melitus.

• Ras/etnis tertentu
Misalnya berasal dari etnis Asia, Afrika, Hispanik dan penduduk di pulau-pulau Pasifik. Alasannya karena seseorang yang berasal dari etnis ini rentan terserang penyakit diabetes.

• Obesitas
Seseorang yang menderita obesitas sangat rentan terkena diabetes, karena reseptor insulin di dalam tubuh tertimbun oleh lemak yang berlebih dan dapat mengganggu kinerjanya.

• Sedang Menderita Metabolic Syndrome
Menurut World Health Organization, ini terjadi pada mereka yang mempunyai tekanan darah melebihi 160/90 mmHG, trigliserida darah lebih dari 150 mg/dl, kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl, obesitas dengan lingkar pinggang lebih 120 cm untuk laki-laki dan 88 cm untuk perempuan.

• Kurang Olahraga
• Menderita penyakit lain seperti hipertensi, jantung dan stroke
• Usia diatas 40 tahun
• Riwayat diabetes saat hamil
• Menderita infeksi virus yang merusak pankreas
• Menderita stres yang berkepanjangan akibat operasi besar, stroke, dll

Saya Orang Indonesia, Apakah Saya Termasuk Rawan Terkena Penyakit Diabetes Melitus?

Jawabannya adalah Ya, karena Anda dan kita semua yang tinggal di Indonesia termasuk ke dalam etnis Asia. Sehingga sangat mudah terkena diabetes. Apa alasannya?
Seperti yang sudah di singgung di atas, beberapa orang yang memiliki etnis/ ras tertentu sangat rawan terserang penyakit diabetes.

Bahkan bisa di bilang sangat beresiko tinggi. Dari hasil penelitian etnis Asia ( Indonesia, China, Filipina, Jepang, Korea, India, dan Vietnam) juga suku Indian yang berada di Amerika, orang Amerika Hispanik termasuk di Mexico dan orang Amerika yang menetap di Afrika, mempunyai resiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes melitus tipe 2.

Sedang untuk diabetes melitus tipe 1 banyak di temukan dan diidap oleh 40% dari populasi bangsa Finlandia, 20% dari populasi bangsa Norwegia, Irlandia, Swedia, Denmark dan Skotlandia.

Nah, untuk itu sebagai orang Indonesia Anda dan tentunya kita semua yang tinggal di Indonesia perlu waspada , menjaga diri dengan baik, menerapkan pola hidup yang sehat, meninggalkan kebiasaan – kebiasaan buruk yang dapat memicu timbulnya faktor resiko diabetes mellitus tipe 2. Terutama bagi Anda yang sudah di vonis pre diabetes dan Anda yang memiliki faktor resiko lain seperti hipertensi,obesitas dan kolesterol tinggi.

Seseorang Memiliki Postur Tubuh Gemuk. Apakah Rentan Terserang Diabetes?

Sekali lagi jawabannya adalah Ya, Obesitas atau kelebihan berat badan sangat berhubungan dengan diabetes melitus tipe 2. Dari hasil penelitian didapati sebesar 80-90% diabetesi tipe 2 memiliki berat badan berlebihan alias obes.

Obesitas kini diakui berdampak buruk pada kesehatan dan psikososial. Mengapa bisa? Sebab orang gemuk memiliki timbunan lemak yang berlebih di bawah kulit. Jaringan lemak tersebutlah faktor resiko diabetes mellitus yang paling utama penyebab dari terhambatnya kerja insulin

(insulin resintance) terutama jika lemak tubuh terkumpul di pinggang. Lemak dapat menghambat kerja insulin, karena reseptor tertutup oleh timbunan lemak yang berlebihan. Sehingga sumber gula (glukosa) tidak dapat di angkut ke sel-sel dan menumpuk di dalam darah. Ini lah yang menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Penyakit Diabetes dan Obesitas memiliki banyak faktor berbahaya, di antaranya

• Gangguan distribusi lemak dalam tubuh
• Perubahan metabolisme lemak dan otot
• Peningkatan karbohidrat dan lemak yang di pengaruhi beberapa hormon, dll.

Oleh karena itu, merubah gaya hidup sangat di perlukan. Memiliki berat badan yang ideal dapat membantu mengurangi faktor resiko diabetes mellitus yang menyerang Anda. Bagaimana caranya? Lakukan olahraga rutin 3 kali dalam seminggu, dengan waktu 30 menit – 1 jam. Karena olahraga dapat membantu membakar lemak dalam tubuh. Selain itu Anda juga bisa melakukan diet sehat dengan bantuan ahli gizi dan terapi nutrisi.

Apakah Penyakit Stroke Termasuk Faktor Resiko Dari Diabetes Melitus?

Yang sebenarnya terjadi adalah penyakit diabetes melitus merupakan salah satu faktor timbulnya penyakit stroke. Diabetes menempati urutan faktor kedua setelah hipertensi. Inilah alasan utama seseorang penderita diabetes rawan terserang stroke.
Terutama jika penderita diabetes mempunyai faktor-faktor lain seperti hipertensi, kolesterol LDL tinggi, merokok, obesitas, kurang olahraga, dll.

Semua faktor-faktor di atas dapat memicu bertumpuknya produksi radikal bebas yang dapat menimbulkan aterosklerosis dan menyebabkan stroke di sertai dengan pendarahan. Para ahli menyebutkan, jika kadar glukosa di dalam darah di atas 200 mg/dl, akan meningkatkan kemungkinan pendarahan 25%.

Langkah Apa Saja yang Harus Dilakukan Para Penderita Diabetes Melitus Agar dapat Mengatasi Diabetes?

Para penderita diabetes/ diabetesi harus bisa mengontrol hal-hal yang akan di sebutkan di bawah ini. Jika hal- hal di bawah ini dapat di kontrol dengan baik faktor resiko diabetes mellitus dapat diatasi dengan mudah sembari melakukan pengobatan yang tepat.

Penderita diabetes melitus harus dapat mengontrol:

• Tekanan darah di bawah 130/80 mmHg.
• Kolesterol LDL di bawah 100 mg/dl
• Trigliserida di bawah 150 mg/dl
• Kolesterol HDL diatas 40 mg/dl
• HbA1c di bawah 7%

Jadi bagi Anda yang memang sungguh- sungguh ingin terbebas dari diabetes, ubah pola hidup Anda atau cegah dengan obat herbal untuk diabetes kering terpercaya. Jaga pola makan agar tetap seimbang dan bervariasi. Serta selalu kontrol semua yang sudah di sebutkan di atas. Jangan lupa untuk memilih dan melakukan pengobatan yang tepat. Semoga bermanfaat!