Ada banyak cara mengatasi penyakit gula, mulai dari pengobatan secara medis sampai dengan pengobatan secara tradisional. Keduanyapun bisa ditempuh bersamaan. Hanya saja biaya yang berbeda. Biaya pengobatan secara medis terpaut jauh dengan biaya pengobatan secara tradisional. Apalagi menurut data dari WHO (World Health Organization) pengidap penyakit gula di Indonesia mencapai 17 juta jiwa.

Hampir mencapai 10% dari total populasi di Indonesia yang hampir mencapai 200 juta orang. Dengan jumlah penderita penyakit gula sebanyak itu menempatkan Indonesia pada peringkat keempat setelah Amerika Serikat, China, dan India untuk negara dengan penderita penyakit gula terbanyak di dunia.

Antara Pengobatan Secara Medis dan Pengobatan Secara Tradisional

Masyarakat hari ini lebih mempercayakan pengobatan penyakit gula kepada dokter dan rumah sakit. Meskipun harus merogoh kocek yang tak sedikit.

Pengobatan secara tradisional dinilai klenik, tidak berkhasiat dan membuang-buang uang tanpa mendapatkan khasiat.

Kepercayaan ini dikarenakan banyak obat tradisional yang beredar tanpa uji klinis yang memadai. Sehingga cara mengatasi penyakit gula darah secara tradisional mulai ditinggalkan.

Para dokter juga jarang yang merekomendasikan obat tradisional sebagai cara mengatasi penyakit gula. Pasalnya kembali lagi, minimnya produk obat tradisional yang benar-benar teruji secara klinis. Persoalan harga tentu berbeda.

Obat tradisional untuk penyakit gula tentu dipatok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan obat-obatan dari rumah sakit, yang belum ditambah biaya dokter.

Dibalik Pengobatan Medis untuk Penyakit Gula

Penyakit gula atau dikenal juga dengan nama diabetes adalah keadaan hormon insulin seseorang yang tidak bekerja dengan baik. Padahal hormon insulin memegang peran yang vital, yaitu mengolah gula darah (glukosa) menjadi energi. Efek dari terganggunya insulin yaitu kadar gula menumpuk dalam darah karena tidak dapat terolah.

Penumpukan ini disebut juga dengan istilah Hiperglikima. Sebab gangguan ini dikarenakan adanya kerusakan pada sel beta pankreas, yang berfungsi untuk memproduksi insulin.

Dalam pengobatan secara medis, dokter akan memberikan insulin dari luar berupa suntikan ataupun obat oral. Tambahan insulin ini berguna untuk mengontrol kadar gula dalam darah, terutama ketika penderita mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Cara mengatasi penyakit gula darah tinggi secara medis ini tidak mengatasi diabetes dari akar permasalahannya.

Proxeronine, Kandungan yang Mampu Memperbaiki Kerusakan Sel

Kandungan ini telah diteliti di 80 negara yang melibatkan 27.000 penderita diabetes dan 1.300 dokter. Hasil penelitian menunjukkan jika 82% penderita diabetes mengalami kemajuan yang positif. Kandungan ini dapat ditemukan dalam buah Noni. Buah Noni merupakan buah yang berasal dari Tahitian, sebuah kepulauan yang terletak  di selatan Prancis.

Tahitian Noni, Cara Mengatasi Penyakit Gula dengan Sari Buah Noni

Manfaat dari buah Noni kini bisa didapatkan dalam Tahitian Noni. Tahitian Noni telah teruji sebagai obat tradisional yang benar-benar berkualitas. Jadi kandungan Proxeronine di dalamnya benar-benar terjamin. Tahitian Noni telah mendapatkan izin dari BPOM sebagai cairan obat dalam dengan nomor dengan nomor POM TI 054 617 361.

Cara mengatasi penyakit gula dengan Tahitian Noni juga telah diakui di dunia kesehatan, buktinya Tahitian Noni telah tercantum dalam Physicians’ Desk Reference (PDR). Physicians’ Desk Reference merupakan buku yang menjadi rujukan para dokter dalam menuliskan resep obatnya. Yang perlu anda ketahui ialah Tahitian Noni menjadi satu-satunya sari buah yang tercantum pada Physicians Desk Reference.

Klik Saja Link Ini Untuk Banyak Hal Tentang Pengobatan Diabetes